Pengertian Pemimpin dalam Islam

Assalammu’alaikum sobat Muslim dan Muslimah, kali ini kita akan membahas sedikit mengenai pemimpin Islam. Lalu, bagaimana sih pengertian pemimpin dalam Islam itu? Bagaimana ciri-cirinya dan apa saja yang perlu dilakukan oleh pemimpin dalam Islam?

Kriteria Pemimpin dalam Islam

Kriteria Pemimpin dalam Islam

penjelasan pemimpin dan kepemimpinan juga ada didalam alquran via pexels.com

Sebelumnya, coba kita kembali ke masa lalu, yaitu ke masa Rasulullah masih hidup. Disana kita bisa mengambil banyak pelajaran yang bisa kita petik dalam kehidupan kita. Lihatlah gaya Rasulullah memimpin hingga menjadi orang yang dipercaya dan dihormati umatnya. Sebelum Rasulullah menjadi nabi Allah, beliau sudah memiliki gelar Al-Amin yaitu orang yang dapat dipercaya. Gelar tersebut tidak sembarang orang bisa mendapatkannya.

Ada salah satu hal dalam kepemimpinan beliau, seperti kasus pengembalian Hajar Aswad ke dalam ka’bah. Penyelesaiannya yang sungguh cerdas tanpa merugikan siapapun. Dari kharisma dan gaya kepemimpinan Rasulullah itulah yang membuatnya disegani dan dihormati oleh sahabat-sahabatnya.

Menjadi pemimpin Islam tentunya memiliki sifat-sifat yang shidiq, tabligh, fathanah, dan amanah. Tak hanya sifatnya, nalurinya pun juga perlu demikian. Sehingga ia mampu menciptakan suatu keadaan yang tenang, tentram, dan aman. Dengan begitu, orang-orang yang melihatnya pun akan mau bekerjasama dengan beliau untuk mencapai tujuan bersama.



Jika demikian, bagaimana kriteria pemimpin dalam Islam? Di dalam ajaran Islam, seorang pemimpin haruslah memiliki beberapa kriteria berikut ini.

  • Beriman,
  • Beramal shaleh
  • Niat yang benar
  • Lemah lembut,
  • Tidak pamrih,
  • Adil,
  • Tidak memandang sebelah mata,
  • Laki-laki,
  • Berpegang pada ajaran Islam,
  • Penasehat yang baik,
  • Bijaksana, dan
  • Tegas

Jika seseorang sudah memiliki kriteria-kriteria di atas, maka orang tersebut sudah layak untuk menjadi seorang pemimpin menurut Islam.

Pemimpin yang Baik Menurut Islam

Pemimpin yang Baik Menurut Islam

kriteria pemimpin yang baik via pexels.com

Tentunya, seorang pemimpin haruslah menjadi seorang yang tauladan sehingga bisa ditiru sifat baiknya oleh anggotanya. Pemimpin dalam Islam adalah pemimpin yang memiliki kekuatan diri dan visi juga cita-cita yang bersama-sama. Jika ada pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya, maka ia tidak bisa dikatakan sebagai pemimpin. Hal ini sama halnya dengan orang yang membeli jabatan sebagai pemimpin. Hal ini diharamkan dalam hukum Islam.

Di dalam Al-Qur’an juga dijelaskan bahwa pengertian pemimpin Islam yang disebut sebagai Imamah atau Imam yang berarti pemimpin. Pemimpin yang baik berdasarkan firman Allah adalah pemimpin yang dapat memberikan kebenaran dan petunjuk. Pemimpin tidaklah boleh melakukan kezaliman dan hal-hal buruk yang dapat ditiru oleh rakyatnya. Juga tidak boleh mengambil keputusan sepihak yang mana dapat merugikan salah satu pihak.

Dalam Islam, pemimpin juga disebut sebagai Khalifah yang berarti wakil atau pengganti atau duta. Secara istilah, Khalifah berarti orang yang memiliki tugas dalam menegakan syariat Allah, yaitu syariat Islam. Di mana ia memimpin kaumnya dalam menyempurnakan ibadah sesuai ajaran Islam dan menyeberkan ajaran kepada seluruh kaum di muka bumi.

Selain itu, sifat pemimpin tidaklah ego yang mana hanya mementingkan diri sendiri dan memiliki sifat sombong yaitu sudah merasa pintar sendiri. Karena pengertian pemimpin dalam Islam adalah pemimpin yang mau belajar dan mau disebut sebagai pembelajar. Karena semua orang sampai kapanpun masih perlu belajar. Dengan kata lain, walaupun kita sudah menjadi seorang pemimpin, kita musti tetap belajar bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan terus meningkatkan kebeneran dalam memimpin.

Pemimpin Adalah Pembelajar

Pemimpin Adalah Pembelajar

Pemimpin juga harus tetap belajar via pexels.com

Tak perlu malu untuk terus belajar, karena kita semua adalah pembelajar sampai kapanpun. Pemimpin yang baik tentunya selalu memupun persatuan dan kredibilitas yang baik, sehingga orang mau mengakui keberadaannya dengan prestasi yang diraihnya.

Tetap ingat, bahwa kita perlu memasukan nilai spiritual dalam gaya kepemimpinan kita seperti kepemimpinan Rasulullah pada sahabat-sahabatnya. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang membuat orang-orang di sekitarnya menjadi orang yang berhasil dengan nilai sipiritual yang masih ada di dalam sanubari mereka. Sehingga, kita sebagai pemimpin bukan hanya mementingkan dan memandang posisi kita siapa, melainkan juga memandang apa tanggung jawab kita sebagai pemimpin Islam.




Ada istilah seperti ini,

“Kalau mau kaya, jadi pengusaha saja, jangan jadi pejabat.”

Kalimat tersebut adalah teguran bahwa menjadi seorang pemimpin jangan mementingkan kekayaan atau keuntungan pribadi saja. Pemimpin haruslah merangkul anggotanya agar bisa mencapai tujuan yang sama dalam visi dan misi.

Karena pemimpin adalah orang yang dihormati, dipercayai, ditaati, dan memiliki kesetiaan yang tinggi. Mencapai keberhasilan bersama-sama, maka kepemimpinan bisa dikatakan sukses. Bisa dikatakan bahwa pengertian pemimpin dalam Islam adalah pemimpin yang bisa menuntun orang di sekitarnya ke jalan yang benar, memberikan ajaran sesuai dengan syariat Islam dengan memperhatikan dua tujuan yaitu dunia dan akhirat, mengingat bahwa akhirat nanti adalah tempat tinggal kita selama-lamanya.

Di dunia ini, kita hanya sementara. Maka kita perlu memanfaatkan sebaik mungkin untuk menjadi pemimpin dalam Islam. Pemimpin Islam bukan hanya memimpin perusahaan, organisasi, atau apapun, melainkan juga sebagai pemimpin pribadi yang mana kita bisa mengatur diri kita menjadi pribadi yang baik. Karena musuh terbesar adalah diri kita sendiri.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.